Cara Tepat Mengolah Buah dan Sayur Agar Vitamin Tak Hilang

cara diet alami

Sayuran dan buah-buahan merupakan beberapa jenis makanan yang memiliki sumber vitamin dan mineral terbaik. Namun sayangnya, banyak orang-orang yang kurang cermat dalam proses pencucian, penyimpanan dan pengolahannya sehingga kandungan nutrisi di dalamnya menjadi berkurang dan mudah hilang.

Oleh karenanya, sebuah keharusan bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara terbaik untuk mengolah sayur dan buah, supaya kandungan nutrisi di dalam buah dan sayur tetap terjaga dengan baik. Seperti apa?

Disebutkan oleh dr Verawati S., SpGK atau yang biasa disebut dr Vera dari RS Kemang Medical Care (KMC), ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan seseorang saat baru saja membeli sayuran dan buah-buahan, yang selanjutnya hendak disimpan.

cara diet sehat alami

“Yang pertama yang perlu dilakukan adalah mengecek, mencuci bersih, lalu memisahkan sesuai penggunaan. Perlu diingat, mencucinya tidak boleh direndam di baskom, tetapi dibilas di air yang mengalir. Saat memotong-motong buah maupun sayuran, gunakan talenan yang steril, jangan telenan bekas untuk memotong daging,” ujar dr Vera.

“Selanjutnya rendam sayur yang telah dicuci dan dipotong tadi kedalam air bersih selama kurang lebih satu jam, dikeringkan, lalu kemudian dimasukkan ke dalam lemari es. “Usahakan jangan baru beli langsung dimasukkan ke dalam kulkas, terus baru dicuci ketika mau dimasak. Cuci dahulu baru disimpan ke dalam kulkas,” imbuhnya.

Menurut pakar gizi yang lain, yaitu Jansen Ongko, MSc, RD menganjurkan dengan mencucinya terlebih dahulu menggunakan air mengalir. Boleh juga jika Anda  menggunakan sabun khusus untuk membersihkan buah-buahan dan sayuran tersebut. Asalkan setelah dicuci harus dibilas sampai bersih.

cara diet sehat alami

“Jangan lupa untuk menggosok-gosok kulitnya saat mencuci,” ujar nutrisionis lulusan California State University, Los Angeles ini.

Menuju proses pengolahan, dr Vera menjelakan bahwa retensi vitamin berkurang pada saat proses pemasakan yang terlalu panas dalam jangka waktu lama. Semisal dengan merebus maupun menggoreng terlalu lama.

“Lebih baiknya dikukus. Pun begitu juga untuk makanan pendamping ASI (MPASI), dikukus dahulu lalu diblender. Memang semua proses pemasakan membuat nutrisi yang terkandung di dalamnya banyak yang keluar, tapi menurut saya proses masak dengan dikukus paling baik,” pesan dr Vera.